Dari Email ku

26 Maret 2012

Tingkat Pengambilan Keputusan

Banyak jenis keputusan yang berbeda harus dibuat dalam organisasi. Seperti dimana membuat suatu produk, bagaimana memelihara mesin, bagaimana menjamin kualitas produk dan bagaimana membentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan.

Dengan keputusan yang berbeda ini, beberapa tipe dasar pemikiran harus dikembangakan untuk menetapkan siapa saja yang memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam organisasi.
Pemikiran tersebut didasarkan pada dua foktor berikut :

  1. Sejauh mana keputusan yang diambil akan mempengaruhi pihak lain.
  2. Tingkat manajemen.
Keputusan yang diambil mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap organisasi secara umum, tetapi bisa saja sebaliknya. Semakin banyak pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi tersebut, semakin vital keputusan tersebut. Tingkat pada manajemen menunjuk pada manajemen tingkat bawah, menegah dan atas. Dasar pemikiran untuk menentukan siapa yang akan mengambil keputusan adalah semakin besar pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi yang artinya semakin vital keputusan tersebut maka semakin tinggi tingkatan manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan tersebut.

Walaupun seorang wirausaha memiliki tanggung jawab dalam pembuatan keputusan tertentu, tidak berarti wirausaha tersebut ketika mengambil keputusan tidak membutuhkan bantuan orang lain, terutama anggota organisasi nya. Wirausaha bisa meminta nasehat bawahannya dalam mengambil keputusan tertentu.

Ada sebuah cara yang disebut "KONSENSUS" yang bisa digunakan oleh wirausahawan untuk mendorong anggota organisasi tersebut dalam pengambilan keputusan tertentu. Konsensus adalah persetujuan dalam pengambilan keputusan oleh semua individu yang terlibat di dalam nya. Konsensus biasanya terjadi setelah pertimbangan dan pembahasan mendalam yang lama oleh anggota-anggota dari kelompok yang mengambil keputusan.

Keputusan melalui konsensus memiliki kelebihannya adalah wirausahawan yang lebih mementingkan perhatian pada aspek konsep, sementara anggota organisasi lainnya mengembangkan konsep dasar tersebut menjadi keputusan konkrit yang dapat diambil. Kekurangannya adalah banyak orang yanf dilibatkan, maka pengambilan keputusan memakan waktu yang relatih lama dan biaya yang relatih mahal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar